a blog listens when nobody else does

Saturday, January 30, 2010

New Keyboard, You Made My Day

Keyboard baruuu, wohooooooo *norakkkkk

gila rasanya make keyboard baru seneng banget, setelah keyboard yang lama cuma bisa dipake 20% parahh zzz *berlebihan

tapi emang bener, aku ga bakal menghargai suatu hal sebelom aku kehilangan hal itu.

coba aja ngetik pake on screen keyboard yang oh my god, sangat melambatkan pengetikan. apalagi chatting pake itu. udah ga biasa nyingkat" kata, pake keyboard yang diklik klik. jadinya lamaaaaaaaa bangetttttt. orang di sebelah sana udah nulis satu paragraf, aku satu kalimat belom selesai. mana salah-salah pula nulisnya, ahuhuhuhuhuhu

tapi thank god itu semua sudah berlalu. aku sekarang bisa nulis dengan maximum speed, selamat datang keyboard baru! huahahahahahahahhaha

Monday, January 11, 2010

Tahun Baru, Tugas Memburu

Happy (late) New Yeeaarrr! It's been sooo loong since my last post. And there's alot of things to write. Unfortunately I'm not a good writer that when I'm gonna write something, it suddenly disappears from my head. Plop!

I'm thinking about making a new year's resolution. I'm gonna try harder this year 'cause my last year's resolution was just about... 20% completed. Kinda frustrating isn't it? However, making the list is so much fun! It's like we're planning our future and I can imagine many pleasant things to do. Even though I'm also not a good planner that when I plan something I can barely sleep thinking about it all night. Geez that's really annoying.

The latest case was last night. I couldn't sleep while my head was fullfilled by things I wanted and had to do. I wrote them down and there was about 13 points on the list. I tried to sleep but still I couldn't. Everytime I closed my eyes, I saw bags, shoes, and clothes I wanted to buy. Also I saw designs I hadn't finished and how I would disappoint people if I hadn't finished them on time. Plus the weather was sooooooooo breezing. But I still use the fan anyway. Doubled fan, hahaha. At last I slept at half past three (after going to the toilet for 4-5 times) and woke up at half past five with my stomach filled with air. Really good night sleep zz

Despite the fact that making a plan sends me to a horrible night, I still want to make my resolution this year! Here's it:
1. Inspired by this article, I'm gonna make a project called Daily Design or whatever it will be called. I'm gonna design something everyday. Sounds really fun but hard to do.
2. Study more. I wanna get a better rank. Big 5 is better.
3. Live healthy. Drink more water, exercise more, I wanna get rid of my headaches.
4. Level up my guitar skill.
5. Clean my room. And keep it clean for at least a week.
6. Buy everything I want to buy! Hahaha.

I'm so excited about making daily design. Maybe just a drawing a day, but that is really fun to do :D

Tuesday, December 22, 2009

Kehidupan Bertetangga

Tadi siang, waktu Arni main di rumah, eyang tiba-tiba manggil aku
"Na, ini tolong kasihin rumah sebelah. Ada berita lelayu."
"APA??!!"

Apakah... ini akan menjadi pengalaman pertamaku bertetangga di komplek perumahan ini? Komplek yang sudah kutinggali selama 4 tahun lebih ini? Oh my God.

Aku belom pernah ke rumah tetangga di sini. Seumur-umur tau nama tetangga juga belom pernah. Setauku sih daerah sini isinya eyang-eyang, tapi rumah sebelah itu isinya beragam. Kadang ada oom-oom, mbak-mbak, mas-mas, anak-anak, bayi, balita, pokoknya macem-macem. Berhubung aku ga suka bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, aku ga kenal siapapun.

Jadi tadi aku menggeret Arni buat nemenin aku. Untung ada Arni, coba aku sendirian. Bweh pasti udah speechless ketemu eyang-eyang.

Rumah sebelah cuma di sebelah rumah *jelas. Baru di depannya, belom menginjakkan kaki di pekarangannya pun aku dan Arni langsung terpaku, terperanjat dan pengen pulang. Bukan eyang-eyang yang ada, tapi sepasang kekasih lagi bermesraan. Aduuh aku salting banget. Mana si Arni langsung membalikkan badan, mau pulang. Aku dengan gigih melanjutkan amanat dari eyang. Aku samperin deh tu pasangan.

Aku: "Eh.. Ini ada berita lelayu..."
Co: "Siapa?"
Aku: "Ga tau, pokoknya ini." Aku nyodorin kertas dari eyang. "Ya udah, gitulah."
Ce: "Ohh, itu kali." Nunjuk ke arah belakang rumah. Sotoy amat ni cewe, tapi siapa tau bener.
Si cowo masuk rumah dan aku langsung minggat tanpa mengucapkan salam atau apapun. Kehidupan bertetangga emang sulit ditebak...

Monday, December 14, 2009

Tulis Menulis...

I know hot to be pretty, I'm just too lazy to do it...

Apalagi ditambah kebiasaanku jadi orang yang berantakan, susah jadi wanita yah, :p. Tapi aku menyukai diriku apa adanya. Aku yang apa adanya itu berantakan. Harus kuakui, soal penampilan aku emang imperfect - ga sempurna.

But when it comes to work, I never let them done imperfectly. Kecuali tugas sekolah, haha (aku emang benci diperintah). PERFEKSIONIS, menyebalkan! Dan aku ga bisa mempercayakan pekerjaan ke orang lain. Jadinya aku maksain diri ngerjain semua sendiri, trus nyalah"in orang lain karna bikin aku kerja keras. Nyebelin kan? Aku juga sebel.

Dan kejadian terkini adalah ngedit artikel buat majalah sekolah. Aduuh, aku capek ngecekin semua kerjaan itu. Suatu bukti nyata kebobrokan dalam tata bahasa anak SMA zaman (zaman, bukan jaman) sekarang. Kesalahan yang sering muncul:
1. Ga ada spasi habis koma dan titik.
2. Kalimat ga efektif (ex: orang itu sangat menyebalkan sekali).
3. Kata "zaman" jadi ditulis "jaman".
4. Disingkat-singkat.
Nyingkat kata emang wajar, tapi kalo buat dimasukin ke majalah sekolah ya jadinya ga wajar. Kata yang disingkat butuh waktu lebih untuk dipahami. Budaya penyingkatan kata di SMS dan twitter jangan dibawa-bawa ke dunia tulis-menulis doong.

Saturday, November 14, 2009

Hate it! It's easy and you'll be cool if you do!

'Haters' adalah fenomena.

Orang Indonesia yang notabene suka ikut"an biar dianggap up to date (liat aja sekarang HPnya sama semua bentuknya) sangat gampang dihasut rupanya. Aku inget banget dulu di Jogja ada band yang namanya S*J 9* yang sangat populer. Di sini, di kalangan anak" gahol Jogja, tertanam sebuah pemikiran.

Dengerin lagu" indie tu keren, mainstream tu sampah.

Jadilah para anak" gahol itu dengerin lagunya S*J 9* semuanya. Lagu yang populer banget waktu itu judulnya S*ute* Ma*i*. Kalo suka band itu kayanya keren banget gitulah, tar di sekolah dengerin S*J 9*, nonton pensi guest starnya S*J 9*, di radio diputernya juga S*J 9*. sampai suatu saat... Sekelompok haters muncul, dan menyebarkan 'kebencian' mereka *bahasaku kaya sailor moon*. Orang" mulai beralih dari lovers jadi haters. Merch berupa stickers yang bertuliskan I ♥ S*J 9* dan ada di semua helm anak gahol direpro dan ditambahin silang di hatinya. Bahkan ada yang diganti bentuk tangan ngef*ck. Oh my God, ironis.

Katanya sih (katanya looo) mereka tu setelah eksis jadi sok"an dan bikin orang eneg, jadi pada berbalik benci sama mereka. Okelah, mungkin beberapa orang yang emang deket ngerasa gitu. Tapi gimana dengan fans"nya yang pada berubah jadi haters itu? Emangnya mereka peduli ya?

Menurutku sih enggak.

They became haters just because others did. Biar berasa keren gitu, kesannya kalo jadi haters itu martabatnya lebih tinggi daripada yang dibenci. Trus kalo ada orang laen yang suka kesannya orang laen itu ga gahol. Padahal kalo ditanya kenapa ga suka alesannya ga jelas.

Hater: "Hah? Eloh dengerin lagunya ***? Ganti dong!" (typo sedikit berlebihan)
Temen: "Yee, suka suka orang dong."
Hater: "Ih eloh suka kaya begituan alay deh."
Temen: "Emang kamu ga suka kenapa? Dulu kayanya kamu sampe jadi groupie gitu."
Hater: "Ya ga suka aja, jelek sekarang."
*contoh percakapan

It's okay lah kalo kamu ga suka sama sesuatu atau seseorang. Tapi paling nggak ada alasan yang jelas dan penting. Bukan sebatas ikut"an.

Pada kenyataannya, selain karena ikut"an, seorang hater bisa tercipta dari rasa iri dengki. Liat aja sinetron", komik", banyak cerita kaya gitu. Mereka itu pengen jadi 'seseorang' tapi gagal. Akhirnya karena ga mampu meraihnya, jadilah dia seorang hater. Misalnya seseorang yang pengen cantik tapi ga bisa. Karena dia tau dia ga bisa jadi cantik, akhirnya dia menggembor"kan dirinya sebagai orang yang ga butuh jadi cantik. Ngakunya jadi cantik itu ga penting, padahal dalem hati dia obsesi. Biar ga keliatan kalo ga mampu, lebih gampang pura" benci toh? Munafik itu namanya.

Saturday, October 31, 2009

KLAKSON

Lalu lintas Jogja emang bikin emosi.

Bukan karena macet, tapi karena semua orang pada mau menang sendiri. Jalan asal was wus, ga liat" pengguna jalan laen. Naek motor di Jogja bikin badmood *sumpah, ga boong.

KLAKSON adalah satu hal yang sangat kubenci. Berisik, ga penting, ga jelas, ganggu, dan hadirnya klakson di kendaraan itu sangat memfasilitasi orang yang ga sabaran. Di bawah ini aku bakal mencontohkan penggunaan klakson yang ga penting oleh orang" ga sabaran.

1. LAMPU MERAH
Di manaaa aja, traffic light atau lampu lalu lintas itu memiliki arti berhenti kalo ijo, jalan kalo merah. Sekarang hampir semua traffic light di Jogja ada mesin countdownnya *ato apalah namanya. Bagus sih, kita bisa siap waktu mau ijo ato merah. Kita juga jadi lebih menghargai setiap detik waktu kita *lebay, biasa nerobos di detik" terakhir lampu ijo soalnya :p. Tapi apakah semua kendaraan di lampu merah itu bakal langsung jalan semua waktu lampunya berubah dari merah ke ijo? YA ENGGAK LAH. Semua itu ada prosesnya *ceile. Kalo lampunya ijo ya yang jalan depan dulu, baru belakangnya. Kalo jatahnya belakangan ya udah belakangan. Cuma orang super bego aja yang nglakson bahkan sebelum counternya nyampe angka nol. Terbang sana kalo mau cepet!

2. MAU NYEBERANG
Kalo mau nyeberang ato muter balik pake kendaraan, siap" aja diklaksonin. Selalu pada ga mau ngalah. Kita udah lima menit nunggu nyebrang, tapi jalannya masih aja rame. Udah gitu, maju dikit langsung diklakson 'tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiin!!' yang panjang lebar ditambah lampu depan dikedipin sebagai tanda peringatan. Sangat sangat menjengkelkan. Kan kita duluan yang mau nyebrang, situ baru lewat aja gayanya udah sok oke pake klakson sumbang.

3. MOBIL SOK MEWAH
Paling maless kalo di jalan ada mobil sok mewah yang jalannya cepet" dan mengumbar klakson 'tan tin' cerewet banget. Malah beberapa hari lalu aku liat mobil berisiik banget nglaksonin SEPEDA. Ga masuk nalar! Emang kalo saya jalannya lambat kenape? Biar lambat asal selamet atuh, itu mobil kebeset dikit juga sampeyan nangis bombay. Makanya kalo ada mobil yang sok"an pengen nyalib biasanya malah aku alangin biar ga bisa lewat. Biar gondok, hahaha.

Sunday, October 18, 2009

Our Time Is Running Out

I won't waste my time anymore

Detik yang terbuang, foya foya!
Berakhir penyesalan,
Sia-sia

Waktu habis untuk memikirkan masalah remeh kala jam sekolah
Waktu habis untuk memikirkan waktu yang terbuang di sekolah
Waktu habis untuk membetulkannya

Uang habis untuk membayar sekolah
Uang habis untuk membayar waktu yang digunakan untuk memikirkan masalah remeh di sekolah
Uang habis untuk membetulkannya

Waktu habis, uang habis,

Sekolah yang benar dong!

Friday, October 02, 2009

Mengeluh dan menyesal

Aku harus berhenti mengeluh.
Karena aku punya dua mata yang normal.
Aku bisa memandangi cermin, mengagumi bayangan diri.
Bukan, bukan narsisme itu!
Aku hanya butuh cermin untuk bersyukur.

Aku akan lebih bersyukur aku punya rambut yang tipis dan kemerahan.
Apabila suatu hari aku menyesali rambutku yang jarang-jarang dan beruban.

Aku bakal lebih menyukai tubuhku yang kurus dengan kulit sawo matang.
Jika suatu hari aku menyadari aku semestinya lebih menghargai kesehatan dan kulit yang kencang.

Bersyukur aku punya paha kecil dan betis besar. Bukan perbandingan yang bagus memang.
Suatu hari aku akan merindukan betapa kuatnya mereka menopangku.

Memang aku harus berhenti mengeluh.

Pencapaianku selama ini tidak bisa dibilang baik.

Aku bukannya bodoh, hanya malas saja.
Sekarang aku lebih menghargai otak yang ada dalam kepalaku.

Tuesday, September 29, 2009

Bayar Telepon Sangat Mendebarkan!

Hari ini adalah hari di mana aku pergi jalan" dengan celana pendek baruku.

Baru beli kemaren.

Tadi aku diminta eyang buat bayar telpon di BNI. Eeh waktu masuk, puenuuh dan aku terjebak di antara mas-mas, om-om, tante-tante, dan eyang-eyang. Diliatin orang lagi, heran kali ada anak SMA nyasar pake celana pendek kaya mau ngamplaz.

Ada 3 bagian meja. Tempat bayar listrik, telpon, sama PBB. Aku ga tau harus ngapain, soalnya penuh banget dan muka-muka orangnya ga bersahabat *jadi takut mau nanya*. Trus ada mas mas di balik meja yang manggilin orang sambil bawa kertas-kertas pink gitu.
"Pembayaran PBB sampai tanggal 30 ya!!"
Aku sih karna bingung jadi berdiri matung ngeliatin orang-orang. Kursinya penuh semua, trus meja tempat bayar-bayarnya juga penuh orang. Hadoooh, tapi tempatku berdiri strategis banget buat diliatin orang, di depan ruangan, tepat di tengah-tengah. Karna aku ga tau mesti ngapain lagi. Teteep aja berdiri di sono. Kayanya sih mencolok banget soalnya pake jaket pink kemerahan gitu hahaha. Dasar anak nyasarr! Trus aku liatin tangan orang. Kok ga pada bawa nomer urut ya? Kok dipanggilin? Itu pada bayar apaaan cobaa??

Biar keliatan ga bego, aku ngambil nomer urut di meja bagian pembayaran listrik. Pas ngambil juga diliatin gitu sama orang yang antre. Kaya heran banget ada cewe cantik di situ *ahuhu*. Eh bapak-bapak di sampingku nanya
"Mau bayar PBB?"
"Enggak, bayar telpon. Pake nomer urut ga ya?"
"Ooh, kalo bayar telpon langsung aja" Masih diliatin ama orang-orang
"Di mana?" Aduh jadi malu keliatan bego
"Di situ." Sambil nunjuk meja yang ada tulisannya bayar telpon ato apalah.
Orang yang di depan mejanya langsung minggir. Aku langsung nyerocos aja
"Mau bayar buat nomer 51**** atas nama Pak xxx dong,"
"Bayar telpon?" Tanya mbaknya sambil senyum-senyum.
"Iya." Si mbaknya pandang-pandangan sama mbak di sebelahnya.
"Bayar telpon di sana," Dia nunjuk mbak-mbak di sebelahnya. Weww tambah isin huhuhu. Mbaknya juga senyum-senyum lagi
"Oh gitu ya? ahihihi..." Aku sih ketawa" aja biar keliatan innocent hahaha. Padahal dalem ati malu banget

Ya sudahlah pengalaman...

Sunday, September 27, 2009

Betapa aku mencintai orangtuamu

Aku punya orangtua.

Temen deketku punya orangtua.

Sayangnya orangtuanya temen deketku beda sama orangtuaku. Emang ga bisa disama-samain sih, tapi aku sebeeeeellll sama orangtuanya temen deketku itu. Bukan bermaksud mendewakan orangtuaku, paling nggak mereka ga overprotektif sama aku. Kan jadi ga seru kalo sama orangtuanya apa-apa ga dibolehin. Mungkin maksudnya sayang, mungkin maksudnya biar anaknya jadi baek, tapi yaah ... ga usah berlebihan gitulah.

Jadi hari ini sebenernya aku pengeen maen sama dia di amplaz sampe sore. Eh, baru satu setengah jam udah ditelfonin. Huaaaa, ga seruuuu!!